Baca Juga: Jauh Sebelum Mengenal Dunia Medis, Ini Daerah di Indonesia yang Pertama Kali Cetuskan Amputasi

Dikutip dari Kompas.com, salah satu penelitian DNA ini dilakukan oleh seorang biarawan, Agustinian Gregor Mendel yang dikenal sebagai bapak genetika. Penelitian yang dilakukan berdasar pada hipotesis Aristoteles tentang teori panganesis.

Teori yang digagas sekitar 1600 tahun setelah 5000 SM menjelaskan bagaimana sifat-sifat dari organisme diturunkan. Terdapat partikel disebut gemmules yang memungkinkan sifat-sifat tersebut disebarkan ke sel reproduksi.

Mengutip Nationalgeographic.grid.id, DNA kimia pertama kali ditemukan pada 1869, tetapi perannya dalam pewarisan genetik tidak ditunjukkan sampai 1943.

Pada 1953 penemuan struktur DNA berkat usaha dari dua ilmuwan Universitas Cambridge, James D. Watson dan Francis H.C. Crick, yang ketika itu penasaran terhadap DNA manusia, dibantu oleh karya ahli biofisika Rosalind Franklin dan Maurice Wilkins, menemukan struktur heliks ganda dari DNA molekul genetik.