KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Aksi demonstrasi yang dilakukan Forum Komunikasi Ormas Tolaki Bersaudara (Formasi) Sulawesi Tenggara (Sultra), yang berakhir ricuh menuai polemik di tengah masyarakat.
Bahkan tokoh-tokoh masyarakat Tolaki di Kolaka Utara (Kolut) turut membuat pernyataan melalui media sosial terkait aksi tersebut yang cenderung menyudutkan para demonstran.
Teli, Kepala Desa Walasiho, Kecamatan Wawo, Kolut, yang juga salah satu tokoh masyarakat Tolaki melalui video yang tersebar di WhatsApp dan Facebook menyatakan dirinya sebagai bagian dari Tamalaki dan asli Tolaki sangat tidak setuju jika anak Tamalaki demo dengan cara anarkis.
"Saya adalah anak Tamalaki, asli putra Tolaki yang ada di Sulawesi Tenggara sangat tidak setuju kalau kemudian anak Tamalaki demo dengan anarkis-anarkis. Tamalaki dibentuk mengamankan ketika ada masalah-masalah dan mengayomi semua masyarakat yang ada di Kolut bukan dibentuk untuk melakukan demo anarkis," kata Kades Walasiho melalui video berdurasi 2 menit 7 detik.
Tokoh lain, Bima sapaan akrab Kepala Desa Tanggeao, Kecamatan Tiwu, Kolut, turut berkomentar melalui video berdurasi 1 menit 26 detik yang tersebar melalui akun Facebook Zed Uchi menyatakan jika ia putra Tolaki dan bagian dari Tamalaki tidak setuju dengan aksi anarkis yang dilakukan anak Tamalaki.
