"Saat itu belum chaos. Kehadiran DPRD dan Pemkab juga bukan untuk menenangkan massa melainkan hanya memberikan penjelasan terkait progres tuntutan aksi Tamalaki Patowonua selama ini," tukasnya.
Zul juga menyayangkan beredarnya pemberitaan yang menyudutkan lembaga Formasi terkait aksi yang berujung ricuh.
Baca juga: Ajak Anak Melaut, Seorang Nelayan Terjatuh hingga Belum Ditemukan
"Kami tersinggung disudutkan, sebenarnya bukan kami yang membuat chaos, tapi seolah-olah kami yang berperan sebagai antagonis di daerah sendiri sementara kami hadir secara baik-baik dan ingin menuntaskan tuntutan secara baik-baik pada hari itu juga," ucapnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan jika aksi mulai chaos ketika petugas menyemprot air ke demonstran menggunakan mobil Water Canon sebanyak dua kali.
