"Konstruksi bangunannya sangat spesifik tidak semua tukang dapat mengerjakan. Karena itu, tukang pertama secara sepihak meninggalkan pekerjaan. Bahwa ada masalah. Ya memang ada, tapi kita sudah berusaha menyelesaikan," jelasnya.

Prihatin dengan pembangunan masjid yang sudah terlanjur berjalan, Sekda Kolaka Utara mewakili pemda mengambil kendali pembangunan dan berinisiatif membentuk panitia kedua menggantikan panitia lama.

"Penanggungjawabnya saya sendiri. Ketua harian Kades Lawaki Jaya," ujarnya.

Tahun 2022 ungkap Taufiq, pemda kembali menyiapkan dana hibah untuk pembangunan tahap II sebesar Rp 800 juta.

"Anggaran yang cair sebenarnya Rp 1 miliar, hanya Rp 200 jutanya digunakan untuk pembangunan pagar masjid, toilet, dan rumah imam yang berada di sekitar masjid," bebernya.