"Saat ini satu-satunya SPPBE yang masih beroperasi hanya SPPBE Kendari. Karena itu, suplai kebutuhan elpiji 3 Kg untuk Kolaka Utara agak lambat disebabkan jarak tempuh yang cukup jauh dan antrian kendaraan lama," jelasnya, Sabtu (21/10/2023).
Terkait harga elpiji subsidi yang belakangangan meroket, ia menegaskan, jika kenaikan itu tidak terjadi di tingkat pangkalan, melainkan di pengecer atau kios dan instansinya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan.
"Kewenangan kami hanya sampai pada pangkalan. Kalau ada pangkalan menjual di atas harga ecer tertinggi (Het) laporkan ke kami," terangnya.
Senada, Sekertaris Disdag Kolaka Utara, Majenun Hamid menuturkan, kurang lebih 150 truk pengangkut elpiji 3 Kg dari beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara mengantre di SPPBE Kendari untuk mengisi elpiji subsidi.
Dalam 1x24 jam, pihak SPPBE hanya mampu melakukan pengisian sebanyak 40 kendaraan dengan rata-rata 560 elpiji setiap truk. Sedikitnya, membutuhkan waktu tiga hari tuk memenuhi 150 kendaraan tersebut.
