Tahun 628 H, tidak ada yang melaksanakan haji, karena serangan pasukan Salib dan Mongol. Ibnu Katsir berkata, ”Kemudian tidak ada manusia setelah tahun ini (627 H) juga yang berangkat haji, karena banyaknya pertempuran dan ketakutan pada Frank (kekuatan Salib) dan Mongol.” (Al-Bidayah wa an-Nihayah, 13/150).
- Fitnah Timur Lenk (804 H)
Zainuddin al-Hanafi ketika menjelaskan peristiwa yang terjadi pada tahun 804 H berkata, ”Di waktu itu yaitu di tahun 804 H, tidak ada seorang pun dari Syam dan Iraq yang berangkat melaksanakan haji, karena fitnah Timur Lenk. (Nail al-Amal fi Dzail ad-Duwal, 3/79)
- Fitnah di Mekah (817 H)
Pada 5 Dzulhijjah 817 H, telah terjadi pertikaian antara penduduk Mekah dengan jemaah haji. Banyak jemaah haji yang dijarah ketika berada di Arafah. Banyak juga yang terbunuh. Ketika itu kebanyakan penduduk Mekah tidak melaksanakan haji, karena khawatir akan keselamatan diri mereka. (Inba’ al-Ghumar, 7/150). (C)
