"Kita ini ada banyak aliansi pak, itu yang dibacakan baru satu kelompok," teriak seorang pengunjuk rasa.

Alrif dan perwakilan DPRD Sulsel lainnya pun meninggalkan kerumunan massa dan dievakuasi kembali ke dalam gedung DPRD.

Saat proses evakuasi oleh aparat kepolisian itu berlangsung, sejumlah pengunjuk rasa melemparkan botol air mineral.

Hingga akhirnya ia dan perwakilan DPRD Sulsel lainnya berada di dalam halaman kantor, pagar utama DPRD Sulsel pun ditutup dan memicu aksi protes pengunjuk rasa. Beberapa dari massa aksi lalu mulai menggoyangkan pagar besi DPRD Sulsel disusul lemparan batu.

Meski terus diimbau oleh polisi dari dalam DPRD Sulsel, lemparan tidak berhenti, hingga akhirnya personel Ditsamapta Polda Sulsel bersama Brimob menembakkan gas air mata dari arah barat (Urip Sumoharjo). Disusul semprotan air atau tembakan air dari mobil watercanon yang disiagakan.