Untuk mendukung upaya tersebut, Pemkot Kendari akan memanfaatkan lahan seluas 1,6 hektar yang sudah bersertifikat sebagai milik pemerintah kota, guna membangun TPST lengkap dengan berbagai fasilitas penunjang.

Beberapa hasil pengolahan yang akan dihasilkan dari TPST ini meliputi plastik daur ulang, bahan bakar pengganti batu bara, kompos, hingga budidaya maggot. Program ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada TPA, sekaligus memanfaatkan sampah sebagai sumber daya yang bermanfaat.

“Targetnya, program ini akan mulai berjalan pada 2025 mendatang,” katanya, belum lama ini.

Selain dukungan dari pemerintah, tambah Rusmin, peran masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan program ini. Tim DLHK Kendari secara aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah yang bijak.

Purnomo Setiawan, Pengelolaan Sampah di Naturevolution dan anggota Satgas TPS3R DLHK Kendari, mengatakan bahwa pihaknya terus menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sampah.