Charlie Hebdo dimulai oleh staf majalah Prancis lainnya, Hara-Kiri, yang dilarang karena "menyinggung selera publik" setelah menerbitkan halaman depan yang muncul untuk mengejek kematian Presiden Prancis Charles de Gaulle.
Tim tersebut mendirikan Charlie Hebdo pada tahun 1969 dan diedit oleh Francois Cavanna hingga majalah tersebut dibongkar pada tahun 1981. Majalah tersebut dibangkitkan pada tahun 1992 dan diedit oleh PhilippeVal hingga tahun 2009. Stephanie Carbonnier, yang dikenal sebagai 'Charb' mengambil alih jabatan editor pada tahun 2012.
Kontroversi kartun Nabi Muhammad yang dicetak Charlie Hebdo
2001: Charlie Hebdo pernah dituntut oleh dua kelompok Islam Prancis karena menggambarkan kartun Nabi Muhammad. Namun tuntutan itu ditolak dengan alasan kartun dilindungi oleh hukum kebebasan berekspresi, dan mereka tidak menyerang Islam tetapi fundamentalis.
2006: Charlie Hebdo memuat halaman depan dengan tajuk utama: "Muhammad kewalahan oleh kaum fundamentalis", dan mencetak ulang karikatur Nabi Muhammad yang awalnya muncul di sebuah surat kabar Denmark, bersama dengan yang baru.
