Fraksi PBB, mafhum dengan kondisi ekonomi yang masih tahap pemulihan pasca pandemi COVID-19. Perlambatan pertumbuhan ekonomi global terjadi diperkirakan 4,1% tahun 2022 dari level 55% di tahun 2021. Hal ini, memicu inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi di beberapa daerah.

"Meski demikian, kondisi proyeksi ekonomi Kolaka Utara tahun 2022 mengalami pertumbuhan cukup signifikan khususnya sektor pengadaan listrik dan GAS sebesar 9,97% disusul pada sektor jasa perushaan sebesar 8,19%. dan sektor lainnya," ujar anggota Fraksi PBB, Sudarmin.

Fraksi PBB berharap penyusunan KU-PPAS APBD tahun anggaran 2024, disusun secara sistematis dengan memperhatikan kondisi sosial ekonomi masyarakat Kolaka Utara.

"Juga mempertimbangkan keberhasilan pelaksanaan pembangunan pada tahun sebelumnya, serta memperhatikan reaisasi kinerja program," imbuhnya.

Baca Juga: DPRD Sulawesi Tenggara Ingin Anggaran Pengaspalan Jalan Provinsi di Kolaka Utara Dialihkan ke Pengerasan