"Kalian tahu, uang gulden Belanda kini tidak laku lagi di Indonesia," kata dia.

"Kami sudah memiliki mata uang sendiri. Tetapi juga Belanda mau menyumbangkan setengah juta rupiah pada Bangsa Indonesia sebagai dana perjuangan kemerdekaan, saya bersedia datang sendiri ke markas besar kalian," tantang Tantri.

Pada November 1998, pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan Bintang Mahaputra Nararya kepada wanita yang kini bernama lengkap Ni K’tut Tantri.

Penghargaan itu merupakan penghargaan tertinggi kedua yang dia terima bukan hanya karena keterlibatannya dalam Pertempuran Surabaya 1945, melainkan atas jasanya sebagai wartawan sekaligus pegawai Kementerian Penerangan pada 1950.

Mengutip Independent.co.uk, Tantri kemudian pergi ke Amerika untuk menulis bukunya yang berjudul Revolt in Paradise atau Revolusi di Nusa Damai.