5. Setelah haji menjadi lebih baik

Salah satu tanda diterimanya amal seseorang di sisi Allah adalah diberikan taufik untuk melakukan kebaikan lagi setelah amalan tersebut. Sebaliknya, jika setelah beramal saleh melakukan perbuatan buruk, maka itu adalah tanda bahwa Allah tidak menerima amalannya. (Lathaiful Ma’arif 1/68).

Sementara itu, dikutip dari pikiran-rakyat.com, ada beberapa ciri dari haji mabrur menurut Buya Yahya.

Pertama: memiliki niat yang tulus dan ikhlas semata-mata hanya karena Allah, bukan untuk pamer atau tujuan duniawi lainnya. Termasuk ke dalam niat yang benar adalah memastikan harta yang digunakan untuk beribadah haji adalah halal.

Kedua, menjaga kemurnian hati. Bukan hanya sekadar menjalankan serangkaian ritual, tetapi juga mengharuskan untuk membersihkan hati dan menjaga kesucian jiwa. Hindarilah sikap sombong atau merasa lebih baik dari orang lain setelah menunaikan haji.