“Sesungguhnya Allah Ta’ala benar-benar kagum terhadap seorang pemuda yang tidak memliki shabwah”. (HR Ahmad (2/263), ath-Thabrani dalam “al-Mu’jamul kabir” (17/309) dan lain-lain, dinyatakan shahih dengan berbagai jalurnya oleh syaikh al-Albani dalam “ash-Shahiihah” (no. 2843).

Ketika Allah Ta’ala menyukai seorang pemuda dengan karakter tidak memiliki shabwah, yaitu pemuda yang tidak memperturutkan hawa nafsunya, dia membiasakan dirinya melakukan kebaikan dan berusaha keras menjauhi keburukan, tentu secara otomatis Nabi Muhammad pun mencintai pemuda yang demikian. Nabi Muhammad mencintai pemuda yang tidak mudah meninggalkan amalan-amalan syariat.

Inilah sosok pemuda Muslim yang dicintai oleh Allah Ta’ala, yaitu pandai mensyukuri nikmat yang Allah Ta’ala anugrahkan kepadanya, serta mampu berjuang menundukkan hawa nafsunya pada saat-saat tarikan nafsu sedang menjeratnya. Ini tentu merupakan hal yang sangat sulit dan berat, maka wajar jika Allah Ta’ala memberikan balasan pahala dan keutamaan besar baginya.

Syaikh Muhammad bin Shaleh al-‘Utsaimin dalam Kitab “Min musykilaatisy syabaab”menjelaskan hal-hal yang harus ditempuh untuk memperbaiki ahklak para pemuda berdasarkan petunjuk agama Islam, dilansir dari muslim.or id.

1. Manfaatkan waktu luang