Baca Juga: Memiliki Manfaat Luar Biasa, 7 Buah Ini Disebut Dalam Al-Quran

“Seorang manusia akan mengikuti agama teman dekatnya, maka hendaknya salah seorang darimu melihat siapa yang dijadikan teman dekatnya” (HR Abu Dawud (no. 4833), at-Tirmidzi (no. 2378) dan al-Hakim (4/189).

Dalam hadis lain, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Perumpamaan teman duduk (bergaul) yang baik dan teman duduk (bergaul) yang buruk (adalah) seperti pembawa (penjual) minyak wangi dan peniup al-kiir (tempat menempa besi), maka penjual minyak wangi bisa jadi dia memberimu minyak wangi, atau kamu membeli (minyak wangi) darinya, atau (minimal) kamu akan mencium aroma yang harum darinya. Sedangkan peniup al-kiir (tempat menempa besi) bisa jadi (apinya) akan membakar pakaianmu atau (minimal) kamu akan mencium aroma yang tidak sedap darinya” (HSR al-Bukhari (no. 5214) dan Muslim (no. 2628).

Hadis yang mulia ini menunjukkan keutamaan duduk dan bergaul dengan orang-orang yang baik akhlak dan tingkah lakunya, dan larangan bergaul dengan orang-orang yang buruk akhlaknya dan pelaku maksiat.

Oleh karena itu, seorang pemuda hendaknya berusaha mencari teman bergaul orang-orang yang baik dan shaleh serta berakal, agar dia bisa mengambil manfaat dari kebaikan, keshalehan dan akalnya.