3. Membaca yang baik dan bermanfaat

Mengkonsumsi bacaan yang merusak, baik berupa artikel, surat kabar, majalah dan lain-lain, akan menyebabkan pendangkalan akidah dan agama seseorang, serta menjerumuskannya ke dalam jurang kebinasaan, kekafiran dan keburukan akhlak. Khususnya jika pemuda tersebut tidak memiliki latar belakang pendidikan agama yang kuat dan pola pikir yang benar untuk dapat membedakan antara yang benar dan yang salah, serta yang bermanfaat dan membinasakan.

Sumber bacaan bermanfaat yang paling penting adalah Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir yang berisi riwayat-riwayat tafsir yang shahih dan penafsiran akal yang benar. Demikian juga hadis-hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian kitab-kitab yang ditulis oleh para ulama ahlus sunnah berdasarkan dua sumber hukum Islam ini.

Melansir akurat.co, pada zaman Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, banyak pemuda yang kebetulan menjadi sahabat Nabi dan ikut dalam peperangan, seperti Ali ibn Abi thalib dan Syaibah Ibn Rabi’ah.

Di dalam Al-Qur’an, kehebatan sosok pemuda digambarkan oleh Ashabul Kahfi, yaitu 7 pemuda yang teguh dalam mempertahankan imannya sampai-sampai tidur di gua selama 309 tahun. Mereka teguh mempertahankan keimanan dari ancaman Raja Decyaus.