Melalui berbagai upaya yang kemudian dikenal sebagai obstruction of justice, Brigadir J bak seolah menjadi seorang penjahat.
Jasadnya pun kemudian dimasukkan ke dalam peti tanpa memperbolehkan pihak keluarga untuk membukanya.
Namun, semua berubah kala Roslin Simanjuntak, tante Brigadir J, memilih untuk bertindak mengikuti hati nuraninya pada Minggu (10/7/2022).
Dilansir dari KompasTV, dengan berdalih meminta untuk menambahkan formalin, pihak keluarga berhasil mendapatkan celah untuk melihat jasad Yosua, termasuk merekamnya dalam bentuk foto dan video.
Sebuah tindakan yang bisa dibilang sangat berani apalagi kala itu anggota kepolisian yang bertugas di rumah duka menjaga ketat peti Yosua.
