"Desa Sidomakmur dalam penilaiannya telah memenuhi syarat untuk mewakili Muna Barat di tingkat provinsi," ujarnya.
Selanjutnya, Kepala Desa Sidomakmur, Kurniati mengatakan, jika dilihat dari segi pemerintahan yaitu desa tersebut telah berbasis teknologi informasi misalnya dalam pengelolaan keuangan desa menggunakan aplikasi Siskeudes, evaluasi penyelenggaraan pemerintah desa menggunakan aplikasi Epdeskel, dan dalam membuat profil desa menggunakan profil desa.
Sidomakmur sebagai desa berkembang mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani, dapat dilihat sebagian wilayahnya dipenuhi sawah serta masyarakatnya membuat inovasi unggulan produk desa yaitu pembuatan gula merah dan jamu.
Kebijakan anggarannya juga bersumber dari dana desa, alokasi dana desa termasuk BKK senilai Rp 100 juta, hasil pembangunan di tahun 2023 yaitu pembukaan jalan usaha tani, gerbang batas desa, rehabilitasi pagar kantor desa, tanggul penahan tanah, dan drainase jalan poros, serta pengadaan bibit padi unggul dan bibit ayam potong.
Baca Juga: KPK Sebut Upaya Pencegahan Korupsi Muna Barat Alami Penurunan
