Untuk menemukan pigmen, para peneliti menghancurkan batuan berumur miliaran tahun menjadi bubuk, dan mengekstrak serta menganalisis molekul organisme purba di dalamnya.
Nur Gueneli dari Australian National University menyadari bahwa ia menemukan sesuatu yang istimewa setelah mencampur bahan bubuk dengan pelarut organik. Saat itu, tim peneliti menduga campuran tersebut akan menjadi warna hitam seperti Kompas.com.
Namun, sebaliknya, pelarut berubah menjadi warna pink. BBC melaporkan bahwa pigmen tersebut berasal dari klorofil fosil cyanobacteria, yang juga dikenal sebagai ganggang biru-hijau, yang molekul pigmennya bertahan ribuan tahun di dalam tanah.
Saat diencerkan, molekul tampak berwarna merah muda saat berada di bawah sinar matahari, tetapi dalam bentuk pekatnya tampak merah dan ungu. Bagi para peneliti yang menjelajah jejak kehidupan paling awal di Bumi, menemukan pigmen organik, yang usianya 600 juta tahun lebih tua dari penemuan sebelumnya, sangatlah mengejutkan.
Baca Juga: Mengenal Scorpion Fly, Gabungan Lalat dan Kalajengking dengan Tubuh Unik
