Baca juga: Ini Kondisi Terakhir Syekh Ali Jaber Sebelum Meninggal Dunia

Jaber, yang bicaranya masih kental dialek Arab-nya, mengaku berasal dari tanah Mataram. 

"Banyak orang gak percaya saya berasal-usul dari Indonesia. Kok bisa ya? Kok mancung hidung saya. Kakek saya dua-duanya kelahiran Lombok. Tapi ibu saya gak pernah cerita. Pas saya di Indonesia baru tahu saya ada keluarga. Kakek ibu saya, istri pertama dari Bumiayu, istri kedua dari Madura, istri ketiga dari Lombok. Belum yang keempat sudah wafat," kata dia.

Jaber juga menganggap bahwa kakeknya pantas dianggap sebagai pahlawan. Ia sendiri sudah menyampaikan itu kepada Presiden RI Jokowi terkait itu.

"Beliau mampu menyatukan masyarakat Sasak di Lombok, untuk melawan penjajah Belanda. Makanya kakek saya dibunuh sama Belanda. Dan beliau punya makan besar di Ampenan. Makanya pas saya ketemu Presiden Jokowi saya sampaikan, saya cucu pahlawan tapi belum terdaftar," ujarnya. (C)