KENDARI, TELISIK.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi peningkatan curah hujan yang dapat memicu cuaca ekstrem di beberapa wilayah pada minggu kedua Desember 2024.

Kepala BMKG Kendari, Sugeng Widarko, menyampaikan bahwa berdasarkan analisis dinamika atmosfer, cuaca ekstrem berpotensi terjadi, yang dapat membawa dampak serius bagi masyarakat.

Fenomena ini dipicu oleh sejumlah faktor, termasuk aktifnya gelombang equatorial MJO, equatorial Rossby, dan Low Frequency di Sulawesi Tenggara, serta peningkatan kelembapan udara yang mencapai 70-90 persen.

Suhu permukaan laut yang relatif hangat di perairan sekitar Sulawesi Tenggara, seperti Laut Banda, Teluk Bone, Perairan Wakatobi, dan Perairan Baubau, turut berperan dalam meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan.

BMKG juga mencatat adanya pola angin dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan mencapai 15-20 knot serta konvergensi angin di Laut Banda, yang berpotensi memperburuk cuaca ekstrem.