Keistimewaan ini merupakan salah satu bukti tentang posisi dan kedudukan mertua Rasulullah itu. Abu Bakar adalah pengikut Rasulullah dari kaum laki-laki yang pertama kali mengakui risalah Islam.
Abu Dawud, dalam kitab Sunan-nya menukilkan riwayat dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah bersabda,” Jibril mendatangiku lalu menarik tanganku dan memperlihatkan kepadaku pintu surga yang akan dimasuki oleh umatku (Peristiwa ini menurut Muhammad Syams al-Haq dalam ’Aun al-Ma’bud li Syarh Sunan Abu Dawud, kemungkinan terjadi ketika Isra’ Mi’raj).
Dilansir dari almanhaj.or.id, urutan orang yang akan masuk surga lebih dulu ialah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian para nabi dan rasul, kemudian umat Islam, kemudian umat yang lainnya.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, ”Umat ini (umat Islam) adalah umat yang lebih dahulu keluar dari tanah, lebih dahulu masuk dalam naungan al Arsy, dan lebih dahulu dalam perhitungan dan hisab. Mereka juga lebih dahulu melewati jembatan shirath, dan paling awal masuk surga. Surga dilarang untuk para nabi, hingga Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam memasukinya. Dan (surga) dilarang untuk semua umat, sehingga umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam memasukinya.”
Sedangkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala surat al Waqi’ah ayat 10 tidak bertentangan dengan keyakinan ini. Sebab, pengertian firman Allah: "Dan orang-orang yang paling dahulu beriman." (Al Waqi’ah:10) adalah, yang terdahulu beriman dari setiap umat.
