Dalam hadis lain disebutkan juga bahwa Rasulullah SAW berharap memberikan syafaatnya kelak di hari kiamat untuk Abu Thalib, namun dalam hal ini para ulama berbeda pendapat: ada yang mengatakan hadis tersebut bertentangan dengan firman Allah surat al-Mudatsir ayat 48 yang berarti, “Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yang memberi syafaat”.

Menurut Ibnu Hajar al-‘Asqalani hal tersebut merupakan pengecualian bagi Abu Thalib. Dalam kitab Fathul Bari dijelaskan bahwa maksud surat al-Mudatsir ayat 48 berbeda dengan hadis di atas.  Ayat tadi maksudnya ialah dikeluarkan dari neraka, sedangkan yang ada di dalam hadis maksudnya diberikan keringanan untuk siksaan. Wallahu a’lam. (C)

Reporter: Haerani Hambali