"(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata; “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding (barzakh) sampai hari mereka dibangkitkan,” (QS. Al-Mu'minun: 100).

Pada sebuah hadis disebutkan, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Tatkala Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam melewati dua kuburan, Rasulullah mengatakan, 'Penghuni dua kuburan ini disiksa, diazab. Dia bukan diazab dalam hal yang besar di mata orang tetapi ini besar di sisi Allah. Penghuni kubur yang pertama disiksa karena saat buang air kecil tidak suci atau sampai bersih sehingga najisnya masih ada dan salatnya berantakan. Yang kedua, ia diazab karena sering berpergian untuk mengadu domba.’ Kemudian, Ibnu Abbas berkata, ‘Kemudian Rasulullah mengambil pelepah kurma yang masih basah, lalu membelahnya dan menancapkan tiap belahan di atas kepala kuburan, kemudian beliau berkata, ‘Semoga keduanya diringankan siksanya hingga kedua pelepah ini kering,” (HR. Ad-Darimi dan Bukhari).

Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala melindungi kita kaum muslimin dari azab kubur, fitnah Dajjal dan siksa api neraka. Aamiin. (C)

Penulis: Haerani Hambali