"Kami dari Biddokkes bersyukur dengan adanya barcode ini karena kerahasiaan, objektivitas bisa terjaga sehingga tidak ada lagi saling mencurigai bahwa ada permainan," ungkapnya.
Lebih lanjut, kata drg Hendra, dengan coding barcode tersebut tim kesehatan yang melakukan pemeriksaan tidak mengetahui data diri peserta seleksi.
"Anggota tim kesehatan yang memeriksa itu tidak tahu, siapa yang diperiksa, ini anaknya siapa karena semua terahasiakan di barcode tadi," pungkasnya. (C-Adv)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Fitrah Nugraha
