Selain dosen pembimbing, kedua mahasiswa IAIN Kendari yang mengembangkan produk inovasi Hand Sanitizer berbahan baku jeruk etno Tolaki ini juga didampingi oleh Ketua Prodi Tadris IPA Hasrin Lamote, M.Si dan Dosen IPA Ismaun, M.Si. Pendampingan dilakukan selama mengikuti proses seleksi hingga menuju grand final dan pameran yang diselenggarakan di kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Acara penutupan OASE I PTKI se-Indonesia diselenggarakan di tengah hujan deras yang mengguyur Kota Banda Aceh. Event yang mengangkat tema "Integrasi Agama-Sains untuk Kebangsaan dan Kemanusiaan" ini diikuti oleh 2.955 peserta dari 184 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dan Swasta se-Indonesia. Tuan rumah UIN Ar-Raniry Banda Aceh berhasil meraih juara umum dengan medali emas terbanyak disusul UIN Yogyakarta dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Wakil Rektor III IAIN Kendari, Dr. H. Herman, M.Pd.I mengatakan, prestasi di tingkat nasional menjadi target utama pada bidang kemahasiswaan. IAIN Kendari akan mempersiapkan pembinaan mahasiswa untuk mengikuti kompetisi mahasiswa antar PTKI se-Indonesia yaitu Pekan Seni, Olahraga Mahasiswa Nasional (PESONA) yang akan digelar tahun depan di Bandung, Jawa Barat.
“Prestasi akademik maupun non akademik menjadi sasaran utama program kerja bidang kemahasiswaan sebagai upaya dalam mendorong peningkatan akreditasi baik program studi maupun institusi,” tutupnya. (A-Adv)
Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim
