d. Mengkomunikasikannya secara Efektif. Membangun budaya literasi, mengaktifkan kantong-kantong komunitas, melakukan sosialisasai, pendidikan dan pelatihan. Spanduk-spanduk perlu dibentangkan untuk daerah-daerah yang sudah berkomitmen untuk menolak politik uang. lakukan propaganda secara masif diseluruh level masyarakat, libatkan pemantau, libatkan media masa sebagai social kontrol.
e. Mengatasi Rintangan. Memetakan kekuatan dan potensi-potensi rawan dalam melakukan perubahan, penting mengetahui, siapa-siapa saja yang berperan dalam menolak perubahan, yang apatis dalam perubahan dan yang bisa dijadikan sebagai partner dalam perubahan. Mengajak seluruh partner untuk bergabung dalm komunitas tolak politik uang.
Mengaktifkan agen perubahan untuk mendeteksi para pelaku politik uang agar dapat dilakukan pencegahan secara dini dan dapat ditindak sebagaimana mestinya sehingga menimbulkan efek jera bagi para pelaku.
f. Membuat Kemenangan Berkala. Membuat target kemenangan secara berkala, kemenangan yang telah dibuat, harus dideklarasikan dan bisa dilakukan pengukuran apakah daerah pemilihan yang menolak politik uang, bisa secara konsisten untuk menolak politik uang di masyarakat dan menentukan pilihannya tanpa tekanan pemilik modal.
Ini harus dideklarasikan sebagai kemenangan dari para kandidat/calon dan masyarkat yang telah berkolaborasi untuk mementukan pilihannya. Diumumkan secara nasional dan menjadi penghargaan bagi tokoh yang bisa terpilih tanpa politik uang, demikian pula pada masyarakat yang sudah berkomitmen mendukung penuh visi perubahan tolak politik uang.
