Sebelumnya, masyarakat harus melakukan pendaftaran secara manual dengan pembayaran tunai di loket. Kini, seluruh transaksi dilakukan secara elektronik, tanpa melibatkan uang tunai.

Salah satu langkah inovatif yang diambil adalah sistem loket plotting, di mana pemohon akan diarahkan untuk memeriksa lokasi tanah melalui pemetaan digital di kantor BPN, guna memastikan tanah yang didaftar benar-benar dikuasai oleh pemohon.

Asrin memastikan bahwa proses pendaftaran menjadi lebih cepat dan efisien. Misalnya, proses balik nama sertifikat yang sebelumnya memakan waktu lama kini dapat diselesaikan dalam waktu hanya seminggu.

Selain itu, teknologi drone digunakan untuk pengukuran tanah di lapangan, yang menghasilkan data lebih akurat dan efisien.

BPN Kota Kendari juga mengedepankan pendekatan baru dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Selain memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan video edukasi, BPN menggelar program "Sapa Pertanahan" setiap minggu di kelurahan-kelurahan.