MUNA, TELISIK.ID - Insentif tenaga medis di Rumah Sakit (RS) Raha yang menangani pasien COVID-19 hingga saat ini belum juga dibayarkan.
Jumlah mereka sebanyak 21 orang (satu kepala ruangan). Mereka pun gusar, karena apa yang menjadi hak belum dipenuhi. Sementara, tugas mereka berisiko tinggi hingga mempertaruhkan nyawa.
Direktur RS Raha, dr Muhamad Marlin yang dikonfirmasi mengakui hal tersebut. Katanya, pembayaran insentif tenaga medis yang menangani pasien COVID terkendala administrasi.
"Kendalanya di administarsi, tapi semua sudah kita lengkapi," kata Marlin.
Baca juga: Penanganan Pasien Positif COVID-19 Diserahkan ke Kecamatan, Berujung Penolakan Warga
