Baca Juga: Nongkrong di Tambat Labuh Kota Kendari, Karaoke Ditemani Kerlap-kerlip Cahaya

Proyek pembangunan Jembatan Tambat Labuh menelan anggaran sebesar Rp 2,6 miliar. Inspektorat Kota Kendari kini tengah menyelidiki kemungkinan adanya kerugian negara dalam pengerjaan proyek tersebut.

“Hingga saat ini, pembayaran proyek baru mencapai 30 persen, sementara sisanya masih di tangan penyedia jasa,” ungkap Abdul Manas.

Ia menambahkan, pihaknya masih menunggu hasil audit Inspektorat sebelum dapat mengambil langkah lebih lanjut.

“Kami belum bisa bertindak sebelum ada hasil audit. Jika ditemukan indikasi kerugian negara, tentu akan ada langkah hukum yang ditempuh,” tambahnya.