WAKATOBI, TELISIK.ID - Sri Gusrianti, gadis asal wangi-wangi Kabupaten Wakatobi ini berhasil membuat bungkusan atau kotak nasi atau kue yang ramah lingkungan yakni terbuat dari daun kelapa.

Bungkusan makanan tersebut kemudian dinamakan Nami’ka. Nama ini diambil dari bahasa lokal Wangi-Wangi yang berarti Rasa’ka atau Rasa’eh.

Dari sanalah tercetuslah nama Nami’ka, sebab dengan begitu biar mudah diingat dan pastinya tetap melestarikan bahasa kearifan lokal Wangi-Wangi.

“Ide membuat kotak makanan Nami’ka dari daun kelapa ini awalnya muncul karena saya melihat penggunaan plastik sudah sangat meresahkan masyarakat. Saya kemudian berpikir bagaimana caranya meminimalisir sampah khususnya di bidang kuliner," kata Sri Gusrianti, belum lama ini.

"Lalu muncullah ide wadah makanan ramah lingkungan ini. Apalagi daun kelapa di Wakatobi sangat melimpah. Menurut saya akan sangat praktis dan efisien dalam membuatnya,” tambahnya.