Hanya saja, ia mengaku kesulitan menemukan pengrajin untuk menganyam daun kelapa menjadi kotak makanan ini. Sebagian dari masyarakat masih berpikir kotak makanan ini tidak akan bernilai ekonomis.

Baca juga: Pemda Buton Evaluasi Penanganan COVID-19, Siapkan Tempat Isolasi di Tiap Desa

Baca juga: Dua Warga Meninggal Karena COVID-19, Muna Tetap Zona Hijau

Untuk tetap bisa merealisasikan ide tersebut, ia pun harus berkeliling ke desa-desa di Wangi-Wangi seperti Kapota. Disana ia mensosialisasikan kotak makanan ramah lingkungan ini.

Lebih lanjut, ia menceritakan, sampai suatu ketika ia mendapati salah satu pengrajin dari Desa Tindoi yang mulai tertarik untuk menganyam daun kelapa menjadi kotak makanan ini. Setelah membuat beberapa biji, ia lalu mempromosikannya lewat sosial media.