"Dari situlah pesanan mulai berdatangan dan saya bisa memperoleh 6-7 juta per bulan dari hasil penjualan kotak makanan Nami’ka ini,” ujar gadis lulusan HI  Universitas Bosowa Makassar ini.

Ia mengaku, usaha pembuatan kotak makanan ini sudah berjalan kurang lebih delapan bulan.

"Untuk wadah beseknya sendiri masih lumayan mahal, dimana satu set sama penutupnya dihargai Rp 3 ribu. Sedangkan Nami’ka satu menu harganya beraneka ragam. Ada yang Rp 30 ribu dan Rp 32 ribu juga,” pungkas Sri Gusrianti yang juga Founder Nami’ka ini.

Untuk diketahui, hasil kerajinan tangan lokal warga Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi tersebut dapat dikunjungi juga lewat media sosial Instagram @Nami’ka. (C)

Reporter: Nina Nurrahmah