MUNA, TELISIK.ID - Penyambungan air bersih pada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di sembilan desa di Kecamatan Kontunaga, Lohia dan Napabalano belum terealisasi hingga kini.

Padahal Bupati Muna sudah mengeluarkan Instruksi untuk penyambungan air bersih sejak bulan Mei. Buntutnya, nama bupati di masyarakat menjadi rusak.  

Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Muna, Muhamad Nurhayat Fariki mengaku, untuk penyambungan air bersih ke rumah masyarakat, pihaknya menjalin kerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DMPD). Terkait biayanya yang akan ditanggung menggunakan Dana Desa (DD).

Namun yang menjadi kendala hingga saat ini, baru dua desa yakni, Mabodho dan Masalili di Kecamatan Kontunaga yang baru menyetor nama-nama calon penerima manfaat.

"Programnya jalan. Ibaratnya, langkahnya masih pendek. PDAM sudah mau lari cepat, tetapi desa dan DPMD masih joging," kata Nurhayat, Jumat (10/9/2021).