YOGYAKARTA, TELISIK.ID - Pengurangan Risiko Bencana (Disaster Risk Reduction) menjadi keharusan untuk dikembangkan pada semua jenjang pendidikan. Pasalnya, sekolah menjadi sarana berkumpul bagi siswa dengan durasi waktu yang tidak sebentar.

"Jika anak tidak dibekali dengan pengurangan risiko bencana sejak dini akan berdampak minimnya pengetahuan dalam menyikapi bencana yang bisa datang sewaktu-waktu, bahkan mungkin saat jam pembelajaran sedang berlangsung," kata Dholina Inang Pambudi, M.Pd, Ketua Pusat Studi Mitigasi dan Penanggulangan Bencana Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Mengingat Indonesia merupakan negara dengan potensi ancaman bencana yang tinggi dan beragam seperti gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, angin ribut maupun wabah seperti halnya COVID-19 yang masih terus berlangsung sampai sekarang, pendidikan dan penyadaran tidak akan dapat menghentikan sebuah bencana.

"Namun pendidikan dan penyadaran akan mampu membantu dalam mengurangi risiko terjadinya bencana," terang Dholina.

Maka dari itu, lanjut Dholina, diperlukan sebuah inovasi dan strategi pembelajaran yang dapat memberikan bekal kepada generasi penerus bangsa. "Agar memiliki kecakapan dan kesadaran yang baik terhadap bencana sehingga dapat memahami langkah yang tepat untuk mengurangi risiko bencana," tandasnya.