Jadi wisatawan bisa mengeksplorasi Desa Penglipuran ini dengan berjalan kaki. Karena dengan berjalan kaki juga, justru keunikan desa ini bakal semakin terasa.
Sebagai desa adat yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur warisan nenek moyang, tata ruang Desa Penglipuran pun mengusung patokan adat yang sudah turun temurun.
Baca Juga: Puskesmas Beri Obat untuk Penderita ODGJ, Suka Duka Melki Jadi Motivasi Kesembuhan
Yaitu dibangun dengan Konsep Tri Mandala, di mana tata ruang desa dibagi menjadi tiga wilayah dan diurutkan dari wilayah yang paling utara hingga paling selatan.
Di wilayah utara ada Utama Mandala yang merupakan tempat suci (tempat para dewa) sekaligus tempat sembahyang. Di wilayah tengah ada Madya Mandala yang merupakan pemukiman penduduk yang dibangun berbanjar di sepanjang jalan utama.
