Dengan kapasitas stockpile hingga 4 juta wet metric ton (Mwmt) dan target produksi awal 300.000 ton limonit per bulan, Pomalaa diproyeksikan menjadi simpul penting rantai pasok nikel nasional untuk kebutuhan baterai EV.

Sementara itu, proyek Morowali dengan nilai investasi US$ 2 miliar telah mencapai hampir 99 persen progres dan mencatatkan penjualan awal 2,2 juta ton ore pada awal 2026.

Di Sorowako, pengembangan limonit senilai US$ 2,2 miliar terus berjalan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Secara keseluruhan, investasi yang mendekati US$ 9 miliar tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam rantai pasok global baterai kendaraan listrik dan transisi energi bersih.

Di sisi keberlanjutan, PT Vale menegaskan bahwa pertumbuhan industri harus berjalan seimbang dengan tanggung jawab lingkungan.