"Di tahun 2020 kita ditargetkan mencapai investasi Rp 10 Triliun, tetapi kita bisa melewati target dengan nominal Rp 21 Triliun," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan, serapan tenaga kerja ini tergantung pada kebutuhan industri, serta akan melihat mana yang dapat dikerjakan dan tidak dapat dikerjakan oleh tenaga kerja lokal.

"Industri pasti dibutuhkan serapan tenaga kerja dan diutamakan tenaga kerja lokal," ujarnya.

Pariringi kembali menerangkan, berdasarkan hasil kunjungan kerja Menteri BKPM mengistruksikan pada calon investor untuk memberdayakan pengusaha lokal.

Ia melanjutkan, keterlibatan ini telah berjalan seperti di PT. Virtu Dragon pada usaha bongkar muat.