TEHERAN, TELISIK.ID - Di tengah eskalasi konflik dengan Israel dan Amerika Serikat, Iran kembali menegaskan bahwa rudal balistik dan hipersonik mereka telah diintegrasikan dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk sistem targeting yang lebih canggih.
Klaim ini pertama kali muncul pada 2025, ketika Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan penggunaan AI dalam rudal seperti Fattah-2 dan Kheibar Shekan, yang konon mampu menganalisis data real-time untuk menghindari sistem pertahanan musuh.
Menurut pernyataan resmi IRGC, teknologi AI memungkinkan rudal-rudal ini untuk melakukan manuver otonom, mengidentifikasi target secara mandiri, dan menyesuaikan trajektori penerbangan berdasarkan data sensor dan radar.
"AI kami membuat rudal menjadi senjata pintar yang tak terbendung, bahkan oleh Iron Dome atau sistem Arrow Israel," kata Komandan IRGC Amir Ali Hajizadeh dalam wawancaranya dikutip dari theguardian.com, Minggu (8/3/2026).
Rudal Fattah-2, dengan kecepatan hingga Mach 15, diklaim menggunakan algoritma AI sederhana untuk path-planning dan menghindari jamming elektronik. Namun, analis militer internasional meragukan kemampuan ini.
