Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Rita Suwadi, menyatakan bahwa FSF tidak hanya menari telanjang, tetapi juga melakukan adegan seksual dengan menggunakan alat bantu.
Aktivitas ini disiarkan langsung kepada para penonton yang kemudian memberikan saweran sebagai bentuk pembayaran, seperti dilansir dari sukabumiupdate.com, Selasa (30/7/2024).
Dalam penyelidikan, polisi menemukan bahwa ada sekitar 70 talent atau pemeran yang terlibat dalam siaran langsung di aplikasi tersebut. Namun, hingga saat ini, baru satu talent yang berhasil diamankan, yaitu FSF.
Polisi masih terus melakukan pengejaran terhadap talent lainnya yang diduga direkrut oleh YPP dan AB. Kedua pelaku ini juga bertindak sebagai admin yang mengatur jalannya siaran langsung dan mengelola aplikasi tersebut.
YPP dan AB diketahui mewajibkan para talent untuk melakukan siaran langsung setidaknya tiga kali dalam seminggu. Setiap sesi siaran berlangsung selama minimal 30 menit.
