Ia meminta kepada Pemerintah Kota Kendari untuk lebih memperhatikan pengembangan pelaku UMKM dibanding melakukan penggusuran lapak mereka.
Sementara itu, penanggung jawab Asosiasi Pedagang Tugu Religi MTQ Kota Kendari, Adi Yanto Saputra mengatakan, berbicara terkait ekonomi kerakyatan bila direlokasi dan dipindahkan itu tidak akan efektif.
"Saat ini UMKM sudah berkumpul, ini kok mau dibubarkan lagi," bebernya.
Adi menambahkan, bila pihak Pemkot bersikukuh untuk tetap melakukan pembongkaran dan merelokasi tempat itu maka kurang lebih 600 orang yang menggantungkan hidupnya berdagang akan kehilangan mata pencahariannya.
"Banyak masyarakat yang menyekolahkan anaknya dengan mencari uang dari berdagang di sana," tambahnya.
