Amirul Mukminin Umar bin Khaththab radiallahu ‘anhu berkata,
“Janganlah engkau berprasangka terhadap perkataan yang keluar dari saudaramu yang mukmin kecuali dengan persangkaan yang baik. Dan hendaknya engkau selalu membawa perkataannya itu kepada prasangka-prasangka yang baik.”
Mengutip sindonews.com, ulama besar Yaman, Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad (1634-1720), dalam kitabnya An-Nashoihud Diniyah menjelaskan bahaya dari sifat "tajassasu". "Kita dilarang menyelidiki kesalahan orang lain yang tidak jelas. Bahkan hal itu diharamkan".
Baca Juga: ni Keutamaan Mencari Ilmu dan Mengamalkannya
Umat Islam diwajibkan menyuruh berbuat yang ma'ruf ketika melihat orang-orang meninggalkannya dan menyalahkan orang yang melakukan kemungkaran.
