"Saya bayangkan apa yang orang lain rasakan ketika mereka melihat saya.”
Demikian kata-kata Israa Jaabis, seorang ibu Palestina berusia 33 tahun asal Yerusalem yang mendekam di Hasharon, satu-satunya penjara Israel untuk tahanan perempuan Palestina.
Baca Juga: Sepakat Genjatan Senjata, Segini Jumlah Korban di Palestina
Luka bakar yang dialaminya, disebabkan oleh ledakan di dalam mobil karena kesalahan teknis. Dia tidak menerima perawatan medis yang memadai dari Sistem Penjara Israel (IPS) atas luka karena terbakar secara fisik, dan kesakitan yang luar biasa yang dia alami seperti dilansir dari Aceh.Tribunnews.com
Dan hidungnya memiliki lubang menganga di satu sisi; dia bernapas sebagian besar melalui mulutnya. Dia juga menderita gangguan saraf, syok, dan krisis psikologis yang parah. (C)
