Ia menegaskan, pasukan Israel benar-benar sedang melakukan "genosida" di Gaza.

"Kematian yang tidak dapat dihindari telah menjadi nasib para pasien di rumah sakit di Gaza - dan kami menganggap Israel, PBB, dan komunitas internasional bertanggung jawab atas hal ini," ucap Al Kaila seperti dikutip dari Al Jazeera.

Kelompok hak asasi manusia menuduh Israel menggunakan fosfor putih di Gaza dan Lebanon selama sebulan terakhir. Namun, Israel bersikeras membantah tuduhan tersebut.

Direktur Kementerian Kesehatan Jalur Gaza Palestina, Monir al-Barsh, mengatakan, kondisi Rumah Sakit Al Shifa kian parah setelah dikepung drone hingga tank-tank Israel sejak Jumat (10/11/2023) malam waktu setempat.

Pengepungan ini membuat kompleks RS Al Shifa dalam kondisi terisolasi total dari dunia luar. Al-Barsh menjelaskan "benda gerak apa pun" di sekitar RS Al Shifa bakal menjadi target tembakan Israel.