“Saat ini, sistem pertahanan udara nasional masih bersifat terbatas, tersebar, dan belum terintegrasi penuh secara nasional seperti halnya Iron Dome, David's Sling, dan Arrow yang dimiliki Israel,” ujar Fahmi, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (28/6/2025).
Fahmi juga menekankan bahwa serangan Iran ke Israel merupakan contoh perang modern presisi tinggi. Serangan ini bukan hanya soal kuantitas rudal, tetapi bagaimana sistem pertahanan diuji dari sisi deteksi dini, peringatan cepat, hingga intersepsi berlapis.
Sistem pertahanan udara Indonesia, menurutnya, masih belum mencapai level kesiapan tersebut.
Walaupun begitu, Indonesia telah memiliki beberapa alat utama sistem senjata (alutsista) untuk pertahanan udara, salah satunya adalah sistem NASAMS (National Advanced Surface-to-Air Missile System).
Baca Juga: Daftar Negara dan Kelompok Sekutu Iran Lawan Geng Amerika-Israel dalam Skenario Perang Dunia ke-3
