GAZA, TELISIK.ID – Tentara Israel kini mulai kepung Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza. Zionis menganggap fasilitas kesehatan tersebut jadi basis besar kelompok militan Hamas. Akibatnya, jumlah korban jiwa di komplek RS Al-Shifa bertambah dan ribuan pengungsi dalam bahaya.

Dilansir dari Bbc.com, Menteri Kesehatan Palestina, Mai Al-Kaila, mengatakan kepada BBC bahwa dia belum melihat bukti adanya pusat komando Hamas di Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza. Dia menegaskan bahwa pasukan Israel "perlu menunjukkan" bukti.

Mai Al-Kaila berbicara sehari setelah pasukan Israel menyerbu gedung RS Al-Shifa pada Rabu (15/11/2023) dengan dalih bahwa Hamas memiliki basis besar di sana. Serbuan Israel telah memasuki hari kedua, sebagaimana dikemukakan Direktur Rumah Sakit Al-Shifa, Muhammad Abu Salmiya.

Dia mengatakan, pihaknya kini kehabisan oksigen dan air sehingga pasien “menjerit karena kehausan”. Menurutnya, kondisi di Al-Shifa “tragis” apalagi mengingat fasilitas itu menampung lebih dari 650 pasien, 500 staf medis, dan 5.000 pengungsi.

Baik intelijen Israel maupun AS mengatakan, Hamas telah menggunakan terowongan di bawah rumah sakit sebagai pusat komando. Hamas membantah hal ini. Pada hari Kamis (16/11/2023), Osama Hamdan, pemimpin paling senior Hamas di Libanon, mengejek klaim Israel, dengan mengatakan bahwa semua senjata telah dibawa dan ditaruh di RS Al-Shifa oleh orang Israel.