Sejak dibukanya kembali penyeberangan Rafah di perbatasan Gaza dengan Mesir untuk kargo kemanusiaan pada 21 Oktober, jumlah rata-rata harian truk yang menyeberang ke Gaza kurang dari 19 persen dibandingkan sebelum konflik.

Baca Juga: Ini Perbandingan Harga Senjata Bom Israel dan Roket Hamas

“Saat ini kami memasukkan 40 hingga 50 truk. Hanya untuk bantuan pangan WFP, kami memerlukan 100 truk setiap hari untuk dapat menyediakan makanan kemanusiaan yang berarti bagi masyarakat di Gaza,” kata Kyung-nan tentang WFP.

Kyung-nan mengatakan, anggota staf WFP di Gaza sendiri tidak punya cukup makanan. WFP dulu bekerja sama dengan lebih dari 23 toko roti di wilayah padat penduduk, namun hanya satu yang masih berfungsi karena kekurangan bahan bakar dan pasokan.

“Ada cerita orang-orang pergi ke sana, mengantri selama sepuluh hari dan pulang dengan tangan kosong. Ini cukup serius,” pungkasnya. (C)