Bahwa memang betul, merokok adalah hak dan pilihan bebas bagi perokok. Tapi sebagai makhluk berakal mereka pun diberi hak dan pilihan bebas yang lebih luhur? Hak dan kehendak bebas yang lebih luhur itu adalah hak untuk hidup sehat dan terhindar dari semua akibat buruk dari sebatang rokok.
Baru berbicara persoalan hak individu, rokok sudah membuat hidup menjadi rumit. Bagaimana lagi kalau dikaitkan dengan hak dan HAM orang lain yang terganggu atau menderita penyakit akibat kepulan asap para perokok (perokok pasif) di sekitarnya.
Karena itu, sekalipun dikatakan hak dan pilihan bebas, konsumsi rokok tetap buruk. Buruk kepada perokok dan keluarganya, kepada seluruh komunitas, lingkungan hidup, perekonomian negara, dan menghambat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Wallahu ‘allam bisawwab. (*)
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS
