KENDARI, TELISIK.ID - Rencana kedatangan TKA China yang kini menuai pro dan kontra, menjadi perbincangan publik. Bukan hanya dikritisi oleh tokoh masyarakat atau lembaga tingkat DPRD, tetapi juga pergerakan mahasiswa.
Isu TKA ini telah membangun sejumlah pergerakan mahasiswa, yang beberapa bulan terakhir ini seolah berdiam diri akibat aktivitas di kampus ditiadakan karena adanya pandemi COVID-19.
Pergerakan mahasiswa yang menyoal persoalan ini dapat dilihat dari sejumlah kegiatan diskusi yang membahas isu TKA tersebut, seperti yang dilakukan Aliansi Mahasiswa Bersuara Sultra yang mengadakan foccus group discussion (FGD).
Koordinator Aliansi Mahasiswa Bersuara Sultra, Hikma Sanggala mengatakan, setelah sempat ditunda masuknya 500 TKA ke Sultra, kini telah mendapatkan restu dari Gubernur Sultra.
"Mendatangkan TKA asal China di tengah perjuangan rakyat melawan pandemi COVID-19 semakin membuat masyarakat gerah. Apalagi, banyaknya kasus PHK yang menimpa masyarakat, sehingga semakin menumpuk keresahan publik," katanya, Jumat (18/6/2020).
