Hendropriyono menjelaskan bahwa pihak asing yang dimaksud bukanlah negara, melainkan non-state actor yang memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan negara asal mereka.
“Sebetulnya non-state. Tapi pengaruhnya sangat besar kepada kebijakan dari negaranya. Kebijakannya itu langkah-langkahnya kita baca selalu pas dengan usulan dari non-state,” ucapnya.
Baca Juga: Kursi Panas Politisi NasDem Ahmad Sahroni di Komisi III DPR Terjungkal Usai Sebut Rakyat Tolol
Dalam penjelasannya, Hendropriyono menyinggung kelompok kapitalis dunia seperti George Soros, George Tenet, David Rockefeller, hingga Bloomberg. Ia menilai kelompok tersebut memiliki pengaruh besar yang sejalan dengan arah kebijakan negara asal mereka.
Ia juga menegaskan tujuan campur tangan asing tetap sama seperti masa lalu, yakni upaya penjajahan dengan cara berbeda.
