Baca juga: Kedatangan 500 TKA di Sultra Tak Bisa Ditolak
"Menerima masuknya TKA dari negara China yang merupakan negara asal virus, jelas bertentangan dengan aturan tersebut," ujarnya.
Pemerintah pusat harusnya sensitif dengan perasaan dan kondisi masyarakat, khususnya yang terdampak pandemi COVID-19 ini. Banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan, kehilangan penghasilan, dan pergerakan harus dibatasi, tapi bantuan sosial belum maksimal dimulai dari pendataan warga yang kacau, hingga tidak meratanya pembagian bantuan sosial, banyak yang tidak mendapatkan bantuan sosial padahal sangat membutuhkan.
"Isu TKA China sendiri sebelumnya sudah sensitif, terkait hubungan perusahaan asing dengan lingkungan dan masyarakat sekitar termasuk soal penyerapan tenaga kerja lokal. Ditambah lagi dengan kondisi akibat pandemi ini, kita tidak ingin eskalasi masalah ini meningkat, karena bisa menimbulkan ketegangan dan gesekan sosial, kita ingin hindari itu," jelasnya.
Lebih lanjut Sukamta, jika masalah ini dibiarkan oleh Pemerintah, akan terjadi gejolak di masyarakat dan sangat berpengaruh pada ekonomi bangsa.
